Bimbingan Belajar

BIMBINGAN BELAJAR

KONSEP BIMBINGAN BELAJAR DAN IMPLIKASINYA

BAGI

PROSES PENDIDIKAN

MATA KULIAH

PSIKOLOGI PENDIDIKAN LANJUT

FASILITATOR

Prof. Dr. SUHARTO,M.Pd

PENYAJI

GUNAWAN SETIADI

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

PROGRAM PASCASARJANA –S3 ILMU PENDIDIKAN

  1. Konsep Bimbingan

Bimbingan telah didefinisikan dengan berbagai cara. Study tentang definisi bimbingan dalam beberapa buku dan artikel yang ditulis oleh beberapa penulis menunjukkan pendapat pribadi penulis sendiri sehingga nampak bias. Namun demikian untuk memudahkan kita mendefinisikan bimbingan  dapat dilakukan dengan memperhatikan akar katanya. “bimbingan” artinya mengarahkan, menuntun,mengelola atau mengemudikan.

Arbucle (1962),Peters dan Farwell (1959) telah mencoba mengklarifikasi penggunaan istilah tersebut dengan cara membedakan secara implisit penggunaan istilah”bimbingan” sebagai konsep mental sebagai kontruksi pendidikan dan pelayanan pendidikan . Dengan demikian bimbingan adalah kegiatan yang menggunakan sudut pandang tertentu untuk membantu individu, sebagai kontruk pendidikan bimbingan adalah membantu individu untuk memahami dirinya sendiri, sedangkan sebagai pelayanan bimbingan adalah proses dan prosedur membantu individu untuk menyesuaikan lingkunganya.

Frank Parson dalam Jones (1951) bimbingan sebagai bantuan yang diberikan kepada individu untuk dapat memilih, mempersiapkan diri dan memangku suatu jabatan serta mendapat kemajuan dalam jabatan yang dipilihnya.

Tiederman dalam Berner & Fuller (1969) bimbingan adalah membantu seseorang agar menjadi berguna, tidak sekedar mengikuti kegiatan yang berguna.

Berdasarkan butir-butir pokok maka yang dimaksud bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh seorang ahli kepada orang atau beberapa orang individu, baik anak-anak, remaja maupun dewasa agar oaring yang dibimbing mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dengan memanfaatkan kekuatan individu dan sarana yang ada dan dapat dikembangkan berdasarkan norma-norma yang berlaku.

Dari beberapa definisi dapat dikemukakan unsur pokok bimbingan sebagai berikut.

  1. Pelayanan bimbingan merupakan suatu proses.
  2. Bimbingan merupakan suatu proses pemberian bantuan.
  3. Bantuan itu diberikan kepada individu, baik perseorangan maupun kelompok.
  4. Pemecahan masalah dalam bimbingan dilakukan oleh dan atas kekuatan klien sendiri..
  5. Bimbingan dilaksanakan dengan menggunakan berbagai bahan, insteraksi, nasehat ataupun gagasan.
  6. Bimbingan diberikan untuk semua usia.
  7. Bimbingandiberikan oleh orang yang ahli.
  8. Pembimbing tidak selayaknya memaksakan keinginan-keinginannya kepada klien.
  9. Bimbingan dilaksanakan sesuai dengan norma-norma tertentu

Tujuan bimbingan menurut Bruce Shertzer dan Shelley Stone (1966) adalah proses bantuan yang diberikan kepada individu agar bisa memahami dirinya  dan dunianya sehinga mereka menjadi manusia berhasil dan bahagia.Sedangkan Carl Roger  mengatakan tujuan utama bimbingan adalah membantu individu menjadi manusia yang professional, dan juga menumbuh kembangkan kepribadian termasuk pertumbuhan psikologis menjadi mahluk sosial.

  1. Konsep Konseling

Secara etimologis, istilah konseling berasal dari bahasa Latin, yaitu “Consilium” yang berarti “dengan atau bersama” yang dirangkai dengan “menerima”   atau “memahami” Tidak mudah menjawab atau mendefinisikan konseling yang memuaskan semua pihak. Istilah konseling mengalami perubahan dan perkembangan.

Perpinsky  dalam Shertzer dan Stone (1974) konseling adalah interaksi yang (a) terjadi anata dua orang individu, masing-masing disebut konselor dank lien;(b) terjadi dalam suasana yang professional;(c) dilakukan dan dijaga sebagai alat memudahkan perubahan-perubahan dalam tingkah laku klien.

Sedangkan Smith dalam Sorter dan Stone (1974) menyatakan bahwa konseling adalah suatu proses di mana konselor membantu klien membuat insterpretasi-interpretasi tentang fakta-fakta yang berhubungan dengan pilihan, rencana atau penyesuaian yang perlu dibuatnya.

Dari beberapa definisi dapat disimpulkan kesamaannya

  1. Konseling melibatkan dua orang yang saling berinteraksi dengan jalan mengadakan komunikasi langsung.
  2. Model insteraksi di dalam koseling itu terbatas dimensi verbal, yaitu konselor dank lien saling berbicara.
  3. Interaksi antara konselor dank lien berlangsung dalam waktu yang relative lama dan terarah kepada pencapaian tujuan.
  4. Tujuan dari hubungan konseling ialah terjadi perubahan pada tingkah laku klien.
  5. Konseling  merupakan proses yang dinamis, di mana individu klien dibantu untuk mengembangkan dirinya.
  6. Konseling didasari atas penerimaan konselor secara wajar tentang diri klien yaitu atas dasar penghargaan terhadap harkat dan martabat klien.

Dengan demikian kit dapat menyimpulkan  dengan singkat:   konseling adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara konseling oleh seorang ahli kepada individu yang sedang mengalami sesuatu masalah yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi.

  1. Bimbingan Belajar

Bimbingan belajar merupakan suatu bentuk layanan bimbingan yang penting diselenggarakan di sekolah. Pengalaman menunjukkan bahwa kegagalan-kegagalan yang dialami siswa dalam belajar tidak selalu disebabkan oleh kebodohan atau rendahnya inteligensi. Sering kegagalan itu terjadi disebabkan mereka tidak mendapat layanan bimbingan yang memadai.. Layanan bimbingan belajar melalui tahap-tahap (a) pengenalan siswa yang mengalami belajar,(b) mengungkapkan sebab-sebab timbulnya masalah, dan (c) pemberian bantuan pengentasan masalah belajar.

  1. Pengenalan siswa yang mengalami masalah belajar.

Di sekolah banyak siswa yang berhasil dalam belajar namun banyak juga siswa yang gagal, seperti nilai-nilai rapor yang rendah, tidak naik kelas dan tidak lulus ujian dan sebagainya. Secara umum siswa seperti itu dapat dikelompokan sebagai siswa yang mangalami masalah belajar.Selain hal-hal yang telah disebutkan masalah belajar masih banyak ragamnya tapi pada umumnya dapat dikelompokan atas:

  1. Keterlambatan akademik, yaitu keadaan siswa yang diperkirakan memiliki inteligensi yang cukup tinggi, tetapi tidak dapat memanfaatkan secara optimal.
  2. Ketercepatan dalam belajar, yaitu keadaan siswa yang memiliki bakat akademik yang cukup tinggi atau memiliki IQ 130 atau lebih, tetapi masih memerlukan tugas-tugas khusus untuk memenuhi kebutuhan dan kemampuan belajar yang amat tinggi.
  3. Sangat lambat dalam belajar, keadaan siswa yang memiliki bakat akademik yang kurang memadai dan perlu dipertimbangkan untuk mendapat pendidikan atau pengajaran khusus.
  4. Kurang motivasi dalam belajar, yaitu keadaan siswa yang kurang bersemangat dalam belajar, mereka seolah-olah tampak
  5. Bersikap dan berkebiasaan buruk dalam belajar, yaitu kondisi siswa yang kegiatan belajarnya tidak baik, seperti menunda-nunda tugas, tidak mau bertanya bila tidak tahu.

Siswa yang mengalami masalah belajar seperti tersebut dapat diketahui melalui prosedur seperti tes hasil belajar, tes kemampuan dasar, skala pengungkapan sikap dan kebiasaaan belajar dan pengamatan.

(1)  Tes hasil belajar

Tes hasil belajar adalah suatu alat yang disusun untuk mengungkapkan sejauh mana siswa telah mencapai tujuan-tujuan pengajaran yang telah ditetapkan.Siswa dikatakan telah berhasil apabila mereka telah mencapai tujuan pengajaran artinya mereka telah menguasai materi yang telah diajarkan. Ketentuan ini sesuai dengan konsep belajar tuntas yang didasarkan pada asumsi bahwa setiap siswa dapat mencapai belajar seperti yang diharapkan jika mereka diberi waktu yang cukup.

(2)  Tes kemampuan dasar

Setiap siswa memiliki kemampuan dasr tertentu. Tingakat kemampuan dasar ini biasanya diukur dengan mengadministrasikan tes inteligensi yang sudah baku seperti Progressive Matrics, Stanford Binet Intelligence Scale (SBIS)..

(3)  Skala sikap dan kebiasaan belajar

Skala sikap dan kebiasaan belajar merupakan salah satu faktor yang penting dalam belajarSebagian hasil belajar ditentukan oleh sikap kebiasaan yang dilakukan siswa dalam belajar. Untuk mengungkapkan sikap dan kebiasaan yang lebih luas telah dikembangkan beberapa alat berupa Skala Sikap dan Kebiasaan Belajar salah satunya yang paling terkenal adalah Survey of Study Habits and Attitudes (SSHA).

(4)  Tes diagnostik

Tes diagnostik merupakan instrument untuk mengungkapkan adanya kesalahan-kesalahan yang dialami oleh siswa dalam bidang pelajaran tertentu.Dengan tes diagnostik sebenarnya sekaligus dapat diketahui kelebihan dan kekurangan siswa. Apabila siswa kemampuannya masih kurang maka mereka perlu bantuan.

  1. Upaya membantu siswa yang mengalami masalah belajar.

Siswa yang mengalami masalah belajar seperti diutarakan perlu mendapat bantuan agar masalahnya tidak berlarut-larut yang nantinya dapat mempengaruhi proses perkembangan siswa. Beberapa upaya yang dapat dilakukan adalah (a) pengajaran perbaikan, (b) kegiatan pengayaan, (c) peningkatan motivasi belajar dan (d) pengembangan sikap dan kebiasaan belajar yang efektif. Ada beberapa ketegori kesulitan belajar siswa di antaranya adalah  siswa mengalami kesulitan belajar ringan (kurang perhatian dalam mengikuti pelajaran),kesulitan sedang yaitu ganguan dari  luar siswa misalnya masalah keluarga, lingkungan dan pergaulan siswa serta ganguan berat  ketunaan pada siswa ( tuna netra,tuna rungu dan tuna daksa)

(a)  Pengajaran perbaikan

Pengajaran perbaikan merupakan suatu bentuk bantuan kepada siswa atau sekelompok siswa yang mengalami masalah belajar untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan dalam proses dan hasil belajar.Kesalahan-kesalahan yang sering terjadi adalah kesalahpengertian dan tidak menguasai konsep-konsep dasar. Apabila kesalahan-kesalahan itu diperbaiki, maka siswa mempunyai kesempatan untuk mencapai hasil belajar yang optimal.

Pelajaran perbaikan membutuhkan strategi khusus karena sifat, jenis dan latar belakang masalah yang dihadapi siswa berbeda dengan pengajarn biasa. Pada hakekatnya semua suiswa dapat mencapai standar kompetensi yang ditentukan,hanya waktu pencapaian yang berbeda.Oleh karena itu perlu pembelajarn perbaikan(remidi)

Prinsip belajar perbaikan  adalah (1)adaktif, (b) interatif, (c) fleksibel dalam metode pelajaran dan penilai, (d) pemberian umpan balik sesegera mungkin, (e) pelayanan sepanjang waktu.

(b)  Kegiatan pengayaan

Kegiatan pengayaan merupakan suatu bentuk layanan yang diberikan kepada seseorang atau beberapa orang siswa yang sangat cepat dalam belajar.Mereka membutuhkan tugas-tugas tambahan untuk memperluas pengetahuan dan keterampilan yang telah dimilikinya dalam kegiatan belajar sebelumnya. Kegiatan pengayaan perlu direncanakan secara baik, bentuk-bentuk kegiatannya dapat berupa belajar mandiri melalui tugas-tugas, modul atau bentuk-bentuk lain yang dapat memperkaya pengetahuan dan keterampilannya.

(c)  Peningkatan motivasi belajar

Motivasi belajar siswa bervariasi. Ada siswa yang belajar karena mereka ingin pandai, ada siswa belajar karena ingin dapat segera lulus dan bekerja dan ada  juga yang belajar karena melihat temannya juga belajar.. Semua alas an itu merupakan dorongan (motif) untuk belajar.

Sebagian siswa ada yang memiliki motif belajar yang kuat untuk belajar, tetapi ada juga siswa yang belum memiliki motif untuk belajar.

Konselor dan guru seharusnya membantu siswa yang memiliki motivasi belajar rendah, mereka perlu berupaya memacu semangat siswa untuk belajar giat karena dengan belajar giat akan meningkatkan prestasi. Di bawah ini adalah tips untuk memotivasi siswa.

(1)  Konselor atau guru perlu menjelaskan tujuan belajar;

(2)  Menyesuaikan  pengajaran dengan kemampuan siswa.

(3)  Menciptakan suasana pembelajaran yang menantang dan menyenangkan;

(4)  Memberikan pujian dan teguran dalam proses pembelajaran;

(5)  Menciptakan hubungan yang hangat antara konselor atau guru dengan siswa

(6)  Disarankan  menggunakan alat peraga dalam mengajar.

(d)  Pengembangan sikap dan kebiasaan belajar yang baik

Siswa diharapkan memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang baik, namun demikian banyak juga siswa yang belum memiliki kebiasaan belajar yang baik. Kebiasaan belajar yang baik adalah strategi berlajar yang dapat mencapai hasil yang diharapkan.Konselor atau guru perlu membantu siswa yang belum memiliki kebiasaan yang baik. Siwa diharapkan dapat mengubah sikap dan kebiasaan belajarnya  sehingga sesuai dengan prinsip-prinsip belajar di bawah ini:

(1)  Belajar bukan sekedar membaca materi tetapi siswa perlu melibatkan secara penuh;

(2)  Belajar perlu direncanakan denga baik sehingga lebih efektif dan efisien;

(3)  Suasana belajar yang baik seperti kenyamanan dapat meningkatkan efektifitas belajar;

(4)  Belajar harus dilaksanakan dengan kemauan sendiri tanpa paksaan;

(5)  Materi harus dibaca dengan penuh pengertian.

Dalam layanan bimbingan belajar peran guru dan konselor adalah saling membantu , mengisi dan menunjang. Dalam proses bantuan belajar konselor memberi masukan dan pertimbangan setelah menerima hasil nilai dari guru tetapi yang melaksanakan pembelajaran adalah guru

Berdasarkan hasil tes kemampuan dasar dan skala dan kebiasaan belajar harus dibakukan lebih dahulu. Konselor secara langsung menyelenggarakan tes dan skala itu samapi didapatkan hasil dan penafsiran yang dapat digunakan sebagai bantuan bimbingan belajar. Guru juga membuat tes diagnostik dan hasilnya diolah dan diinterpretasikan bersama konselor

Setelah hasil-hasil tes telah selesai dan dianalisis maka guru dan konselor membuat program layanan bimbingan belajar bagi siswa yang memerlukan baik layanan individual maupun kelompok, baik dalam bentuk pembelajaran klasikal, kegiatan kelompok belajar, bimbingan/konseling kelompok atau individual.

Pembagian tugas antara guru dan konselor perlu disepakati lebih dahulu. Biasanya layanan yang materinya lebih banyak menyangkut penguasaan materi pelajaran menuntut peran guru yang lebih besar, sedangkan tentang motivasi belajar, sikap, minat dan kebiasaan belajar menuntut lebih banyak peran konselor. Dalam proses bantuan layanan bimbingan belajar kepada siswa maka dituntut partisipasi aktif guru dan konselor.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s